Suzie Dalam Kenangan….

Dua bulan setelah aku lulus dari Jurusan Teknik Mesin FTUI, sekitar bulan April 2002, aku mulai bekerja di perusahaan alat berat terbesar di negeri ini, United Tractors. Sebagai kandidat manajemen aku berkantor di Jl. Bekasi Raya no.22, daerah Cakung. Kalo dari rumahku di Tangerang jaraknya kira-kira 60 km sekali jalan, jadi perjalanan bolak balik yang kutempuh dalam satu hari kira-kira 120 km. Jarak itu aku tempuh dengan sepeda motor 2 tak, Suzuki Tornado, Suzie.

Dua bulan sudah aku ngantor di Cakung, suatu pagi dalam perjalanan di daerah Cipinang tiba-tiba engine meledak keras dan jamming, distart gak mau hidup. Aku sedikit bingung karena kunci-kunci untuk bongkar mesin tidak ada dan bengkel masih belum pada buka karena terlalu pagi. Akhirnya motor ku tuntun hingga beberapa ratus meter. Samar-samar terlihat ada bengkel vespa yang mulai buka. Tanpa basa-basi aku langsung bergegas & hampiri si empunya, kayaknya orang Jawa, usia sekitar 40 tahunan. “Mas, motorku meledak nih….. mau pinjam kunci-kunci boleh Mas?” tanyaku setengah mengemis. ”Silahkan aja De’..” jawabnya ramah. “Wah leganya….” ujarku dalam hati, seketika itu juga aku mengambil kunci-kunci yang sesuai dan mulai membongkar cylider head. Setelah cylinder head terurai….ternyata benar dugaanku, busi penyebabnya. Businya hancur dan sebagian serpihan keramiknya masuk ke dalam silinder…….”Parah Maan!!!”

Mau buru buru tapi sudah terlalu telat, so…pagi itu aku ngebengkel di pinggir jalan. Setelah semua serpihan keramik dibersihkan, aku hampiri si mas empunya bengkel. “Punya busi baru Mas?” tanyaku. “Ada De’..mau yang biasa atau yang bagus?” dia berbalik tanya. “Yang bagus aja Mas” jawabku cepat. Tak lama diapun mengambilkan busi sesuai dengan tipe yang kuminta dan meletakkannya disampingku. “Alhamdulillah….tinggal masang nih…”aku bersyukur karena walau dicoba dengan musibah tersebut tetapi Allah SWT memberi kemudahan-kemudahan yang manis bila diingat-ingat kembali.

Setelah semua komponen terpasang, “Bismillah…”aku start engine si Suzie dan hidup. Sebelum melanjutkan perjalanan ke kantor, tak lupa kuucapkan terima kasih dan memberi sejumlah uang untuk ongkos busi dan peminjaman alat, ”Tengkyu Mas”….Alhamdulillah…

Sekarang si Suzie sudah pindah tuan…dia sudah ditebus teman kakak sepupuku 3,4 juta perak. Harga itu lumayan banget karena tu’ motor hadiah Gebyar BCA taun 1999. Tanpa diduga masih di akhir tahun 2002, aku dapat motor lagi dari Gebyar BCA…Alhamdulillah-ini bukan iklan lho:)

karawaci mal, 22/03/06

"hmmm….latihan memori…"

3 Responses to “Suzie Dalam Kenangan….”

  1. ' ' 'GeNdO Says:

    “hmmm….latihan memori…”

    hidup memori (*merdekaaa*), I love it…remind me for something that will never back again. Bad or good memories hehehe

  2. Ramadita Says:

    Woi Bung Gendo….msh ngaji di depok?? hehehe….just kidding:)

  3. ' ' 'GeNdO Says:

    hehehe

Leave a Reply